Jumat, Juni 19, 2009

Lampu Honda Supra bukan Lampu Disko

Ahmad Kadarisnani asal Pati, Jawa Tengah binung abis. Lampu depan Honda Supra gres miliknya hobi berkedip. Baru sebentar diajak jalan, lampu mati. Diajak berhenti, eh idup lagi. Wah, macam lampu disko aje.

Pastinya bukan ulah iseng makhluk halus. Tapi memang ada masalah di rangkaian kelistrikan penerangan. Apalagi setelah bohlam dicek pakai avometer dipastikan masih nyambung alias belum koit. “Rupanya, salah satu jendolan di bawah bohlam tidak rata,” pasti pria ramah ini.

Menurut Ahmad yang bukan Dhani, benjolan yang tingginya nggak sama dan tidak menempel penuh di terminal rumah bohlam itu yang jadi biang kerok. Sehingga mengakibatkan arus listrik yang seharusnya ke bohlam terputus (gbr. 1).

Atasi penyakit yang bukan bawaan lahir itu, Ahmad punya solusi. Cukup sediakan ampelas halus No. 1000. Tentu untuk meratakan benjolan yang tidak sama (gbr. 2).

Saat diampelas, usahakan ketinggian jendolan sejajar dengan jendolan di sebelah. “Sehingga, ketika bohlam dipasang benjolan benar-benar terhubung,” lanjutnya.

Setelah ketinggian dianggap sama, pasang kembali bohlam di dudukan. Nggak perlu cemas kalau bohlam nggak bisa plek di dudukan seperti semula. Itu semata karena jendolan sudah diamplas. Bisa diatur lewat sedikit menekuk ke belakang pengunci dudukan bohlam.

Lain urusan kalau terlalu enak mengampelas sampai jendolan pun habis terkikis. “Menyamakan kembali jendolan, bisa tempuh trik lewat menambah timah yang dipanaskan solder,” tutup Ahmad sambil mengucap wassalam.

0 komentar:

Poskan Komentar